Teko dan Cangkir
Diposting oleh
ANDY FIRMANSYAH
on Kamis, 28 Februari 2013
/
Label:
ANDY FIRMANSYAH,
LUKISAN,
PASTEL OIL,
Teko dan Cangkir,
Titi Oil Pastels
/
Comments: (5)
Anakku Tsabit Firmansyah
Diposting oleh
ANDY FIRMANSYAH
on Minggu, 17 Februari 2013
/
Label:
Anakku Tsabit Firmansyah,
LUKISAN,
PASTEL OIL,
Titi Oil Pastels
/
Comments: (0)
BAGONG
Diposting oleh
ANDY FIRMANSYAH
on Sabtu, 16 Februari 2013
/
Label:
BAGONG,
LUKISAN,
PASTEL OIL,
Titi Oil Pastels
/
Comments: (0)
| Judul:"BAGONG" ANDY FIRMANSYAH Size: 21 X 28,5 cm Media: Pastel oil on Paper. Kab. Malang 17 Feb. 2013 |
Judul:"BAGONG"
ANDY FIRMANSYAH
Size: 21 X 28,5 cm
Media: Pastel oil on Paper.
Kab. Malang 17 Feb. 2013
Alkisah ketika diturunkan ke dunia, para dewa bersabda pada Semar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya. Seketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi Bagong, yang biarpun perawakannya mirip Semar tapi memiliki karakter dan intelijen kebalikannya. Bagong sangat populer diantara masyarakat karena gaya bicaranya yang seenaknya sendiri, kaya dengan humor, dan lancang. Tokoh Bagong sering digunakan para Dalang untuk mengkritik pihak VOC dalam pertunjukkan Wayang di jaman kolonisasi Belanda.
Anakku Darin Firmansyah
Diposting oleh
ANDY FIRMANSYAH
on Kamis, 14 Februari 2013
/
Label:
Anakku Darin Firmansyah,
LUKISAN,
PASTEL OIL,
Titi Oil Pastels
/
Comments: (0)
Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie, dan Nasionalisme karya Harsja W Bachtiar, Peter BR Carey, dan Onghokham, terbitan Komunitas Bambu, 2009.
Diposting oleh
ANDY FIRMANSYAH
on Kamis, 31 Januari 2013
/
Label:
Anak Belanda,
BUKU SENI BUDAYA,
dan Nasionalisme,
Harsja W Bachtiar,
Mooi Indie,
Onghokham,
Peter BR Carey,
Raden Saleh
/
Comments: (0)
| koleksi andysenibudaya |
2009
Tebal: 194 hal
Biografi Raden Saleh, sang maestro seni lukis Indonesia yang juga bangsawan dan ilmuwan. Raden Saleh telah mewariskan sesuatu yang luar biasa mengejutkan pengaruhnya dalam sejarah pemikiran kebangsaan Indonesia dan mungkin jauh di luar bayangannya sendiri. Harsja W. Bachtiar, Peter B.R. Carey, Onghokham dan JJ Rizal adalah sejarawan yang mencoba menguak warisan itu seraya menilai tentang siapa dia dan kedudukannya dalam sejarah.
KOMPAS.com - Masyarakat mengenal Raden Saleh Sjarif Bustaman sebagai seniman lukis. Padahal, dia juga ilmuwan yang berperan besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di negeri ini.
Baru ada dua ruang yang diperbaiki untuk kantor.
-- Rosiana
Sekitar 30 peserta mengunjungi beberapa karya dan situs peninggalan Raden Saleh di Jakarta dan Bogor yang tercantum dalam buku itu. Mulai dari vila mewah yang dibangun Raden Saleh yang kini menjadi Rumah Sakit PGI Cikini, berlanjut ke Istana Negara, Istana Bogor, dan makam Raden Saleh.
Vila mewah itu kini menjadi aula dan kantor direksi RS PGI Cikini. Detail dan ornamen bangunan bergaya arsitektur Gotik Moor itu tetap dipertahankan.
Salah satu ruangan di gedung berlantai dua itu didedikasikan kepada Raden Saleh untuk menyimpan beberapa perabot asli milik Raden Saleh seperti meja, kursi, dan lemari.
Namun, kondisi ruang-ruang di lantai dua memprihatinkan. Tujuh ruang, termasuk kamar tidur Raden Saleh di situ, rusak dengan lantai kayu berlubang.
”Baru ada dua ruang yang diperbaiki untuk kantor,” kata Kepala Bidang Humas RS PGI Cikini Rosiana. Untuk ruang lainnya, pihak rumah sakit masih menunggu bantuan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta karena bangunan ini termasuk benda cagar budaya.
Di Istana Negara tujuannya hanya melihat lukisan adikarya Raden Saleh ”Penangkapan Diponegoro” yang dibuat 1857.
Sebelum melihat lukisan itu, peserta melewati Ruang Raden Saleh, yang dipakai Ibu Ani Susilo Yudhoyono menerima tamu istimewa. Peserta kaget mendengar penjelasan pemandu, di ruang itu Ibu Ani Yudhoyono memindahkan beberapa lukisan Raden Saleh ke Istana Bogor dan menggantinya dengan lukisan pemandangan.
”Lukisan seorang seniman besar kenapa dipindahkan. Sayang sekali,” kata Direktur Komunitas Bambu JJ Rizal.
Di Istana Bogor, peserta tidak dapat melihat lukisan yang dipindahkan itu. Rupanya, lukisan itu belum dipajang, masih tersimpan di gudang.
Kekecewaan peserta terobati karena dapat menikmati lukisan mengagumkan Raden Saleh lainnya, ”Perkelahian dengan Singa” yang dibuat tahun 1870. Peserta mengagumi kepiawaian Raden Saleh melukiskan ekspresi dalam karyanya.
Perjalanan berakhir di Makam Raden Saleh. Peserta pun ternganga saat mengetahui makam tokoh besar itu ada di Gang Makam Raden Saleh, di Jalan Pahlawan, Kota Bogor.
Kegiatan ilmiah
Menurut JJ Rizal, para ahli sejarah menemukan Raden Saleh terlibat dalam banyak kegiatan ilmiah. Misalnya, Desember 1865, Raden Saleh mencari fosil di Banyunganti, Kabupaten Sentolo, Jawa Tengah.
Di bidang pertanian, Raden Saleh aktif dalam kegiatan ilmiah bersama pakar terkemuka dari Belanda. Dia juga bergabung dengan Leopoldinisch-Carolinische Deutsche Akademie der Naturforscher, yakni lembaga yang memiliki minat sama dengan kebun botani Reinwardt di Bogor.
Mantan pengajar sejarah budaya di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung dan Institut Kesenian Jakarta, Rahmat Rukhiyat, mengatakan, Raden Saleh berjasa bagi warga Sunda. Salah satunya, menemukan Prasasti Sultan Agung di kandang sapi di Karawang Selatan.
Rizal mengatakan, peran besar Raden Saleh itu kini terlupakan. ”Katalog karya Raden Saleh pun sampai saat ini belum ada,” katanya. (Herpin Dewanto)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
I Made Asdhiana
Sholatun, CENG ZAMZAM
Diposting oleh
ANDY FIRMANSYAH
on Kamis, 17 Januari 2013
/
Label:
CENG ZAMZAM,
LIRIK ARAB,
Sholatun
/
Comments: (4)
Sholatun bisalamil mubin…linug thotit ta’yii ni, ya ghoroomii 2x
Sholatun bisalamil mubin…linug thotit ta’yii ni, ya ghoroomii 2X
Allah, Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah (2X)
Sholatun bisalamil mubin…linug thotit ta’yii ni, ya ghoroomii 2x
Nabiyyuna kaana, ashlattak wiini….min ngahdi kun fayakuunu yaa ghoroomii(2X)
Sholatun bisalamil mubin…linug thotit ta’yii ni, ya ghoroomii 2x
Rosulullah, Habibullah 4x
Ayaman ja’ana khakkon nadhiiri…mughiitsan musbilan subularoshaadi(2X)
mughiitsan musbilan subularoshaadi
Sholatun bisalamil mubin…linugthotit ta’yii ni, ya ghoroomii 2x
Last Kiss - Pearl Jam
Diposting oleh
ANDY FIRMANSYAH
/
Label:
Last Kiss - Pearl Jam,
LIRIK CHORD LAGU BARAT
/
Comments: (0)
G Em C D
Oh where, oh where can my baby be? The Lord took her away from me.
G Em C
She's gone to heaven, so I got to be good, so I can see my baby when
D G
I leave this world.
G Em C D
We were out on a date in my daddy's car. We hadn't driven very far.
G Em C D
There in the road, straight ahead ...The car was stalled, the engine was dead.
G Em C
I couldn't stop, so I swerved to the right. I’ll never forget the
D
sound that night.
G Em C D
The screaming tyres, the busted glass. The painful scream that I
G
heard last.
G Em C D
Oh where, oh where can my baby be? The Lord took her away from me.
G Em C
She's gone to heaven, so I got to be good, so I can see my baby when
D G
I leave this world.
G Em C
When I woke up, the rain was pourin' down. There were people standing
D
all around.
G Em C D
Something warm going through my eyes, but somehow I found my baby that night.
G Em C
I lifted her head, she looked at me and said, "Hold me darling for a
D
little while."
G Em C
I held her close. I kissed her, our last kiss. I found the love that
D
I knew I would miss.
G Em C
But now she's gone, even though I hold her tight. I lost my love ...
D G
my life, that night.
G Em C D
Oh where, oh where can my baby be? The Lord took her away from me.
G Em C
She's gone to heaven, so I got to be good, so I can see my baby when
D G
I leave this world.
G, Em, C, D. (Ohhh, Uhhh, Ohhh, etc.)
G, Em, C, D. (Whoa, Whoa, Whoa, etc.)
Source: http://tabs.ultimate-guitar.com/p/pearl_jam/last_kiss_ver4_crd.htm


